Berita Infrastruktur

Ini Usulan Wali Kota Semarang saat Musrenbangwil Eks Karesidenan Semarang!

Wali Kota Semarang = Agustina Wilujeng  (Dok. Pemprov Jateng | Mantranews.id)

SALATIGA, Mantranews.idDalam kegiatan Musrenbangwil Eks Karesidenan Semarang Tahun 2025 di Kota Salatiga, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengusulkan bantuan untuk merehabilitasi sejumlah infrastruktur untuk mendukung program pemenuhan pangan nasional 2026.

 “Kami membutuhkan bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang khusus untuk menangani program pemenuhan pangan,” ujar Agustina, pada Selasa (22/4/2025).

Agustina menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membutuhkan bantuan untuk pembuatan irigasi dan embung. Terutama pada wilayah sektor pertanian, yakni Kecamatan Gunungpati, Mijen, Ngaliyan, Tugu, dan Genuk.

“Untuk itu kami sampaikan usulan kebutuhan kepada Pemprov Jawa Tengah, khusus pangan. Yang pertama penanganan irigasi Kripik Gunungpati dan Sidendeng di Mijen. Kemudian kami juga mengusulkan tiga embung di Kecamatan Ngaliyan. Embung ini akibat normalisasi sungai untuk banjir sehingga pengairan ke sawah jadi macet. Yang ketiga, kami mengharapkan ada 21 irigasi tersier di Mijen dan Gunung Pati sepanjang total 5.250 meter,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga membutuhkan bantuan untuk membangun jalan khusus wilayah pertanian dan peternakan.

“Kami juga mengusulkan jalan pertanian khusus peternakan di Gunung Pati dan sektor pertanian di Mijen dan Gunung Pati sepanjang 2.308 meter. Akses pendukung jalan pertanian di Genuk sepanjang 620 meter, di Kecamatan Tugu sepanjang 12.586 meter. Peningkatan jalan perkebunan Kelurahan Pesantren 1.615 meter, jalan produksi di peternakan Gunung Pati, jalan usaha tani di Mijen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agustin mengusulkan agar kandang dari peternak sapi dapat direhabilitasi untuk mendukung sektor peternakan lokal. Ia juga berharap ada bantuan penambahan kios pangan murah Simanis Mart.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar sentra pengasapan ikan dapat direhabilitasi karena saat ini kondisinya kian kumuh.

“Yang terbesar, kami membutuhkan rehabilitasi sentra pengasapan ikan di Semarang Utara, Kelurahan Bandarharjo, Pak Gubernur kami matur kondisinya sangat kumuh,” imbuhnya.

Sentra pengasapan ikan yang berada di Kelurahan Bandarharjo tersebut, menurut dia, sangat mendesak untuk diperbaiki karena cukup berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Adapun rehabilitasi sentra pengasapan ikan ini dapat mendongkrak ekonomi di kawasan sekitar dan kemudian menurunkan wilayah kumuh di Kota Semarang,” tuturnya. (Syahril Muadz | Mantranews.id)