Berita

Warga Puncel Pati Protes dan Desak Penutupan Hotel D’Ayanna, Ada Apa?

Hotel D'Ayanna

Warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati melakukan aksi protes pada Jumat (28/11/2025).

PATI, Mantranews.id – Warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, menggelar aksi protes pada Jumat (28/11/2025) dengan memasang spanduk penolakan terhadap operasional Hotel D’Ayanna yang berada di Jalan Pati–Jepara. Aksi tersebut diikuti oleh kelompok Fatayat, Muslimat, dan Karang Taruna setempat, yang mendesak agar hotel tersebut ditutup.

Warga menilai keberadaan hotel telah mengganggu kenyamanan masyarakat. Mereka juga menduga hotel itu dijadikan tempat prostitusi online, terlebih Desa Puncel dan sekitarnya tidak memiliki objek wisata yang biasanya menjadi penunjang hadirnya fasilitas perhotelan.

Koordinator aksi, Muhammad Rifan, mengatakan protes warga dipicu temuan sepasang sejoli yang bukan suami istri menginap di hotel tersebut beberapa waktu lalu. Hal itu dinilai dapat mencoreng nama desa dan mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak.

“Pemasangan banner ini merupakan bentuk protes warga terhadap aktivitas yang dianggap meresahkan dan berpotensi merusak moral pemuda di Desa Puncel,” kata Rifan.

Warga Desak Pemerintah Segel Hotel D’Ayanna

Selain memprotes pengelola hotel, warga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk mencabut izin atau menyegel hotel tersebut. Mereka khawatir keberadaan hotel terus menimbulkan dampak negatif bagi generasi muda.

“Pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas untuk menutup Hotel D’Ayanna dan menjaga moralitas masyarakat Puncel. Kami tidak ingin desa kami tercemar oleh aktivitas yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya. Kami berharap pemerintah segera bertindak untuk menutup hotel ini,” tegasnya.

Aksi berlangsung tertib dan damai. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Hotel D’Ayanna maupun Pemerintah Kabupaten Pati. (Arif Febriyanto – Mantranews.id)

Exit mobile version