Berita Peristiwa

Bencana Hidrometeorologi Kepung Kabupaten Pati, 20 Kecamatan Terdampak Banjir dan Tanah Longsor

IMG 20260115 WA0013

PATI, Mantranews.id – Sebanyak 20 dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati tedampak bencana hidrometeorologi yang melanda dalam sepekan terakhir. Tercatat ada 14 kecamatan yang terdampak banjir dan 6 lainnya terjadi tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya menyampaikan, banjir saat ini mulai menyebar di sepanjang aliran Sungai Silugonggo. Mulai dari wilayah Kecak Sukolilo, Kayen, Gabus, Margorejo, Jakenan, Pati Kota, hingga Juwana.

Sementara itu akibat dari luapan Sungai Widodaren mengakibatkan 3 desa di Kecamatan Batangan terdampak banjir. Serta Kecamatan Winong dan Tambakromo yang juga kebanjiran akibat luapan Sungai Godo.

Kemudian bergeser ke sebelah utara, banjir bandang mengaku wilayah mulai dari Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Trangkil, hingga Wedarijaksa yang dikarenakan adanya air kiriman dari lereng timur Gunung Muria.

“Awalnya di Doropayung, sekarang banjir pelan-pelan naik. Hari ini Desa Bumirejo dan Tluwah mulai terdampak. Di Kecamatan Jakenan juga sudah ada desa yang mulai terkena banjir,” kata Martinus, Kamis 15 Januari 2026.

Sejumlah titik lokasi pengungsian mulai didirikan karena ketinggian air yang terus bertambah. Seperti di Balai Desa Doropayung, eks Stasiun Juwana, Balai Desa Bumirejo, hingga di Rusunawa Juwana.Sementara itu beberapa kecamatan lain terjadi tanah longsor, seperti di Tlogowungu, Gembong, Gunungwungkal, Cluwak, dan Pucakwangi.

Dari sekian banyak wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi, kata Martinus, hanya Kecantikan Jaken saja yang belum ada laporan terkait kebencanaan baik banjir, angin kencang, maupun tanah longsor.

“Kecamatan Jaken saja yang belum melaporkan adanya dampak bencana hidrometeorologi, baik banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung. Padahal hampir semua(kecamatan) terdampak,” tambahnya.

Melihat curah hujan yang masih cukup tinggi, Martinus meminta kewaspadaan masyarakat akan bencana yang bisa datang kapan saja. Pihaknya memprediksi, cuaca semacam ini akan bertahan sampai Februari bulan depan. (ARIF – Mantranews.id)