Berita

Tak Kunjung Mereda, BMKG Prediksi Curah Hujan Lebat di Pati Sampai Bulan Februari

Curah hujan

PATI, Mantranews.id – Sudah empat hari berlalu, curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras melanda seluruh wilayah di Kabupaten Pati. Akibatnya hampir seluruh wilayah di 21 kecamatan terdampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah, yang disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya, Senin 12 Januari 2026 mengungkapkan, curah hujan ini merupakan puncak dari musim penghujan di tahun 2026 yang akan berakhir sampai Februari mendatang.

“Perkiraan dari BMKG puncak musim hujan 2026 itu ada di bulan Januari-Februari. Jadi kita baru memasuki Minggu pertama di Januari. Potensi hujan lebat masih mungkin terjadi di Kabupaten Pati sampai Februari,” ungkap Martinus.

Melihat berbagai potensi bencana alam yang sudah terjadi diberbagai wilayah, Martinus menghimbau masyarakat untuk mewaspadai banjir, baik itu banjir bandang maulung banjir yang menggenang.

“Kami himbau masyarakat terutama yang tinggal didekat bantaran sungai lebih hati-hati dalam beraktivitas. Karena sewaktu-waktu tinggi muka air bisa meluap,” kata dia.

Banjir ini, lanjut dia, tentu saja akan berdampak pada badan jalan yang tergenang air. Untuk itu kepada para pengguna jalan diminta untuk mencari informasi terlebih dahulu guna menghindari genangan air.

“Bagi yang melintas di jalan Juwana-Rembang di wilayah Batangan harus berhati-hati karena ada limpasan air sungai Widodaren yang melintas di jalur Pantura, tingginya lumayan bisa sampai 30cm,” imbuhnya.

Pun dengan masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan seperti Cluwak, Gunungwungkal, Tlogowungu, Gembong, dan Sukolilo untuk mewaspadai potensi tanah longsor.

“Demikian masyarakat di daerah rawan longsor, lebih baik menghidupkan ronda. Supaya jika ada pergerakan tanah info ke masyarakat bisa lebih cepat meminimalisir dampak longsor,” tandasnya.

BPBD bersama stakeholder terkait pun akan terus melakukan monitoring wilayah, serta percepatan penanganan bencana alam dan pendistribusian logistik bantuan. (Arif FebriyantoMantranews.id)