Berita

Atasi Bencana Banjir dengan Normalisasi Sungai, Bupati Pati Sudewo Bakal Beli 3 Alat Berat

Bupati Pati Sudewo menyiapkan pembelian tiga alat berat pada APBD 2026 untuk normalisasi sungai dan penataan bahu jalan sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir di Pati.

PATI, Mantranews.id – Bencana banjir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di bawah kepemimpinan Bupati Sudewo. Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Pati saat ini masuk kategori rawan banjir.

Bupati Pati Sudewo mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai yang sudah lama tidak dilakukan pengerukan atau normalisasi.

Pemkab Pati Belanja 2 Ekskavator di APBD 2026

Untuk mempercepat penanganan banjir, Pemkab Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) bidang Sumber Daya Air akan membeli dua unit alat berat berupa ekskavator merek Komatsu pada tahun anggaran 2026.

Setiap unit ekskavator tersebut dianggarkan sebesar Rp1,8 miliar dan akan difokuskan untuk kegiatan normalisasi sungai di berbagai wilayah rawan banjir.

“Kalau harus normalisasi akan kita lakukan. Di tahun 2026 ini kami belanja alat berat ekskavator dua unit supaya bisa mengakselerasi normalisasi sungai,” ujar Sudewo, Jumat, 9 Januari 2026.

1 Alat Berat Tambahan untuk Penataan Bahu Jalan

Selain normalisasi sungai, Bupati Sudewo juga menyoroti persoalan genangan air di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai sangat mempengaruhi kualitas aspal sehingga jalan cepat rusak.

Sebagai solusi, ia telah menginstruksikan DPUTR bidang Bina Marga untuk membeli satu unit alat berat tambahan yang difokuskan pada penataan bahu jalan.

“Termasuk satu unit lagi alat berat untuk strap bahu jalan. Kanan kiri jalan kan lebih tinggi dari jalan, banyak rumput liar yang akan merusak konstruksi jalan karena air tidak mengalir. Jadi ada tiga alat berat, dua ekskavator untuk pengerukan dan satu untuk penataan bahu jalan,” imbuhnya.

Dengan rencana pembelian tiga alat berat tersebut, diharapkan penanganan banjir di Kabupaten Pati dapat dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, baik untuk mengatasi banjir di wilayah perkotaan maupun di kawasan bantaran sungai.

(Arif Febriyanto – Mantranews.id)