Berita Peristiwa

Pamit Ke Sawah, Petani di Gunungwungkal Pati Dilaporkan Hilang

1768398958279

PATI, Mantranews.id – Memasuki hari kedua pencarian orang hilang yang diduga hanyut di Sungai Kedungdowo, Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, tim gabungan terus melakukan upaya maksimal dengan menyisir sejumlah aliran sungai, Rabu (14/1/2026). Pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan melibatkan lintas instansi dan unsur masyarakat.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gunungwungkal AKP Sukarno menjelaskan, korban diketahui bernama Sudi (52), warga Desa Perdopo yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Hingga hari kedua pencarian, korban masih belum berhasil ditemukan meski penyisiran telah dilakukan secara menyeluruh.

“Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal sesuai prosedur pencarian orang hanyut,” ujar AKP Sukarno.

Dikatakan, pencarian melibatkan personel Polresta Pati, Polsek Gunungwungkal, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat. Seluruh unsur bekerja sama menyisir aliran Sungai Kedungdowo hingga beberapa sungai yang terhubung.“Tim gabungan kami bagi menjadi beberapa sektor untuk menyisir alur sungai agar pencarian lebih efektif,” jelasnya.

Selain Sungai Kedungdowo, penyisiran juga dilakukan di Sungai Kedungwatu dan Sungai Jembulwunut yang diduga menjadi jalur hanyut korban. Medan pencarian cukup menantang karena kontur sungai yang berkelok dan vegetasi yang lebat di sejumlah titik.

Kapolsek menambahkan, kondisi alam menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Arus sungai yang deras disertai air berwarna keruh menyulitkan jarak pandang tim di lapangan.

“Beberapa titik sungai cukup sulit dijangkau sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dari tim. Debit air masih tinggi dan arus cukup kuat akibat intensitas hujan yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ungkapnya.

Cuaca hujan yang turun hampir sepanjang hari juga berdampak pada efektivitas pencarian. Meski demikian, tim tetap berupaya melakukan penyisiran hingga sore hari sebelum akhirnya dihentikan sementara.

Pencarian akhirnya dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB karena kondisi mulai gelap dan demi keselamatan tim. Selanjutnya dilakukan apel konsolidasi dan pendirian posko di Balai Desa Perdopo sebagai pusat koordinas

“Hujan deras menjadi salah satu kendala utama, namun tidak menyurutkan semangat personel di lapangan. Pencarian akan kami lanjutkan kembali besok pagi dengan evaluasi dan strategi lanjutan,” tegas AKP Sukarno.

Kapolsek Gunungwungkal juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya sungai, terutama di tengah cuaca ekstrem. Ia berharap dukungan dan doa dari semua pihak agar korban segera ditemukan.

“Kami mengajak masyarakat untuk berhati-hati beraktivitas di sekitar sungai dan berharap korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya. (ARIF – Mantranews.id)