Berita Ekonomi Pariwisata

Petani Bawang Merah di Pati Panen Lebih Awal, Ternyata Ini Penyebabnya

IMG 20260114 WA0003

PATI, Mantranews.id – Sebanyak 58 hektar lahan pertanian bawang merah yang berada di Kabupaten Pati terpaksa dipanen lebih awal. Hal ini dikarenakan areal pertanian yang terendam banjir dengan ketinggian hampir 1 meter, imbas dari curah hujan yang tinggi.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Ratri Wijayanto pada Rabu 14 Januari 2026 mengungkapkan, areal yang paling terdampak ada di Desa Ngurenrejo dan Ngurensiti di Kecamatan Wedarijaksa.

“Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan membuat 58 hektar tanaman bawang merah terendam,” ungkap Ratri.

Pihaknya berharap, nantinya ada bantuan puso untuk para petani yang mengalami gagal panen. Pihaknya juga akan melakukan pendataan sebelum data dikirimkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Nanti terkait puso biar disampaikan BPBD. Mekanismenya ada disana, secara pribadi kami Dispertan berharap ada,” tambahnya.

Sementara itu Warsito, salah satu petani bawang merah dari Desa Ngurenrejo mengaku jika tanamannya kebanjiran sejak hujan pertama di hari Jumat 9 Januari lalu. Sayangnya karena tidak ada tanda-tanda air surut, dirinya bersama petani yang lain kemudian memanen bawang merah lebih awal guna menghindari kerugian lebih besar.

Petani pun hanya bisa pasrah jika hasil panenannya dibeli pengepul dengan harga berapapun. Mengingat kualitas bawang merah yang menurun akibat terendam air banjir.

“Kalau dua atau tiga hari pasti busuk, kemarin kami panen baru satu malam. Harganya kalau normal, besar itu Rp 28 ribu. Kalau dipanen seperti ini ya penurunan terserah nanti harga pasar. Yang rugi kan petani,” kata Warsito.

Sampai hari ini Rabu 14 Januari 2026, lahan bawang merah di desanya masih terendam banjir, sehingga belum bisa ditanami. (ARIF – Mantranews.id)