Artikel Hiburan Travel

Benteng Willem II, Saksi Bisu Pengasingan Diponegoro ke Sulawesi

Salah seorang kurator dalam Pameran Srawung Benteng di Benteng Willem II Ungaran, Kabupaten Semarang sedang menceritakan sejarah benteng tersebut. (Hesty Imaniar | Mantranews.id)

Mantranews.id – Fort De Ontmoeting Willem II, atau dikenal Benteng Williem II di Ungaran, Kabupaten Semarang menyimpan banyak sejarah yang perlu terus diulik.

Salah satunya kisah Pangeran Diponegoro. Di banyak platform, banyak dikatakan bahwa Diponegoro menginap di benteng yang dibangun di zaman Hindia Timur Belanda atau VOC itu selama empat hari.

Nyatanya, berdasarkan buku primer di tahun 1.851, Pangeran Diponegoro mampir di Benteng Willem II hanya 12 jam saja untuk kemudian melanjutkan perjalanan peperangan ke Kota Semarang.

Kisah ini terungkap dalam pameran Srawung Benteng yang menguak fakta baru hasil penelusuran sejumlah kurator pameran foto-foto dan sejarah di Fort De Ontmoeting Willem II.

Adapun kurator dalam Parman ini yakni Anthony Tumimomor, Tri Subekso, Gatot Djuwito, dan Rendra Agusta.

Anthony juga mengungkap bahwa Benteng Willem II adalah saksi kekalahan dan awal perjalanan pengasingan Pangeran Diponegoro ke Sulawesi.

Dimana De Stuers dan Kapten Roeps menyaksikan bagaimana sikap pasrah dari Pangeran Diponegoro yang sempat bermalam di Benteng Willem II Ungaran pada 28-29 Maret 1.830.

“Namun setelah kejadian itu, memang bisa disebut sebagai masa tenang dari Benteng Willem II Ungaran ini. Apalagi ditambah pasca dibangunnya Benteng Willem I di Ambarawa, Benteng Willem II kemudian berubah fungsi menjadi tempat peristiwa sejarah lainnya di negara kita ini,” kata Anthony.

Tidak hanya soal Pangeran Diponegoro, Benteng Willem II juga jadi saksi sejarah menyerahnya Belanda ke Inggri,s

Di mana pada tanggal 18 September 1811 di Tuntang, Janssens akhirnya harus menerima kapitulasi yang merupakan kesepakatan yang menandai penyerahan kekuasaan dari Belanda ke Inggris, hingga dikenal dengan peristiwa Kapitulasi Tuntang.

“Namun sebelumnya, di tanggal 15 September 1811 perang antara Inggris dan Perancis juga mulai merasuk ke wilayah Kolonial Hindia Timur, termasuknya Jawa. Pasukan Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Auchmuty memerintahkan Kolonel Gibbs untuk menyerang Pasukan Perancis di Jawa, dan kekalahan itu memaksa mundur Jenderal Janssens untuk bergerak meninggalkan Benteng Willem II Ungaran ini menuju ke Tuntang yang dikawal oleh 20 perwira Legiun Mangkunegara dan 2 kereta meriam,” terang dia. (Hesty Imaniar | Mantranews.id)