Uncategorized

Aktivis Yayak Gundul Sindir DPUTR Pati Soal Kenaikan PBB-P2 Untuk Pembangunan /Perbaikan Infrastruktur Jalan

IMG 20250613 WA0030

PATI, Mantranews.id – Aktivis Pati Cahaya Basuki alias Yayak Gundul menyoroti alasan dari Bupati Sudewo dan Plt Sekda Riyoso, yang menyebut kenaikan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan.

Menurutnya, pernyataan tersebut perlu dikaji ulang karena untuk perbaikan jalan tahun 2025 ini Menurut saya sudah dibahas dan dianggarkan pada tahun sebelumnya. Yayak lantas mempertanyakan peruntukan pendapatan dari sektor PBB-P2 tersebut, kemanakah aliran dana tersebut mengalir dan dikelola oleh pemerintah.

“Terkait perbaikan/pembuatan jalan setahu saya sudah ada anggarannya. Terkait kenaikan PBB-P2 untuk perbaikan jalan atau tidak, yang tau ya kepala DPUTR yang merencanakan dan perbaikan jalan. Semua pembangunan pemerintah pasti ada perencanaan, kalau sudah nanti dihitung biayanya berapa,” ucapnya, Minggu (27/7/2025).

Alasan kenaikan pajak untuk perbaikan jalan ini, kata dia, jika ditarik ke belakang di era bupati sebelumnya sangat berbeda. Meskipun pajak tidak naik sedemikian besarnya, perbaikan/pembuatan jalan pun berjalan seperti biasa baik di era Bupati Haryanto maupun penjabat (PJ) bupati Henggar dan Sujarwanto.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan Yayak, apakah kontraktor yang digunakan pada pemimpin sebelumnya itu sama dengan kontraktor yang dipercaya Sudewo saat ini. Untuk itu dirinya meminta kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Riyoso, untuk bisa terbuka terkait siapa-siapa saja yang dipercaya melakukan perbaikan jalan dibawah kepemimpinan Sudewo saat ini.

“Setahu saya pembangunan jalan itu selalu dilakukan setiap tahun nya oleh pejabat meskipun itu Pj bupati. Pemerintah itu tidak hanya bupati, tapi ada DPRD. Makanya tidak benar jika bupati sebelumnya tidak ada pembangunan/Perbaikan Jalan,Yang jadi masalah CV /KONTRAKTOR nya itu siapa, apakah yang saat ini dipakai itu memperkejakan proyek sebelumnya,” imbuh dia.

Ia juga menyebut kenaikan pajak dengan alasan perbaikan jalan ini adalah adu domba antara masyarakat dengan pemerintah yang kemudian membuat suasana menjadi kurang kondusif.

“Jangan sampai ada adu domba terkait pembangunan ini, ayo masyarakat awasi. Supaya kecurigaan tidak terjadi supaya jalan ini awet. Jangan saling menyalahkan,” tandasnya. (red)